Anak medsos atau budak medsos?

 Anak anak dan media sosial, sebenarnya apa sih hubungan antara mereka sedangkan seperti kita ketahui bersama dunia anak adalah dunia bermain sedangkan dunia media sosial itu berbeda dari sisi bermain nya saja di medsos sudah tidak relevan apalagi melibatkan anak anak yang notabenenya bermain menurut mereka adalah kegiatan fisik, sedangkan di medsos kebanyakan bermain kata saling berbagi cerita bahkan di zaman sekarang medsos digunakan para petinggi negeri untuk menyebarkan berita berita politik belum lagi pelaku pengguna yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong.


Lalu jika dikaitkan dengan anak-anak dan medsos sekarang memang agak kontras atau terlihat jelas bahwa seperti tidak ada dinding terbatas, ditambah lagi aturan berbagi jenis medsos jarang ada yang memberlakukan tentang rentang usia yang sudah cukup untuk memenuhi syarat, kemajuan teknologi pun seolah memberi petunjuk bahwa ber medsos seperti hal yang harus di lakukan untuk kalangan anak-anak remaja, alhasil berbagai spekulasi muncul dan beragam kasus seperti kekerasan yang di dapat dari medsos pun muncul juga.


Menunduk bukan karena malu

Menatap layar ponsel secara terus-menerus dan lupa waktu atau disebut screening time sudah menjamur, dan menurut berita kegiatan ini sudah sangat akut, bayangkan satu kumpulan yang harusnya penuh kegembiraan bersosialisasi malah sibuk dengan handphone nya sendiri, memang semua orang punya masalahnya sendiri tapi,hey!!!,kita sedang berkutat sekarang dan bukan sedang merenungi nasib dan saling diam seperti tawanan perang.


Bagaimana korek api menyala? Ya hanya dengan jentikan api kecil.

Ya, setelah masalah sosial sekarang masalah emosi,bab ini agak sok emang tapi perlu diketahui saya bukan seorang intelektual atapun mahasiswa universitas ok,pada salah satu jurnal yang saya ketahui yang meneliti dampak medsos dan emosional penggunaya,gak nanggung penelitian nya pun menggunakan metode Deperssion,anxieti,and stress scale(DASS),dan penelitian tersebut dilakukan pada remaja di perkampungan suatu daerah, penggunaan medsos nya pun beragam mulai dari hiburan, informasi dan tentunya komunikasi,hasinya pun cukup mengejutkan karena sebagian dari remaja tersebut mengalami stress dan gangguan kecemasan bahkan depresi.aneh memang jika yang dicari hiburan kenapa bisa berdampak depresi? Apa hiburan mereka berbeda atau konten di medsos tersebut yang memang di luar nalar bahkan cenderung menyakiti atau jangan jangan memang pengguna tersebut belum terlalu paham algoritma?

Pada akhirnya dan akhirnya pada...

Dengan berbagai dampak media sosial pada anak dan remaja, kita sebenarnya sedang berada di posisi yang mana?


Jika media sosial adalah bentuk sosialisasi yang didigitalisasi, apakah cara lama sudah tidak lagi menarik?


Jika ia sekadar hiburan, mengapa ia begitu sering digunakan untuk politik, bahkan kekerasan dan peperangan?


Jika ia menyediakan informasi, mengapa justru banyak penggunanya merasa semakin cemas dan tertekan?


Lalu, di tengah semua itu—

kita benar-benar sedang menggunakan media sosial dengan bijak,

atau tanpa sadar, kita yang sedang dikendalikan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandora yang tak dikunci oleh dewa